Rabb, berulang kali ku lihat berulang kali pula ku sadari, bahwa aku tak ada apa-apanya.
Jauh berbeda, tak sebanding, tak sama, tak pantas.
Rabb, berulang kali ku baca berulang kali pula ku sadari, bahwa ia begitu berarti untuknya.
Cantik, baik, dan segalanya, yang tak ku miliki.
Yang ku tahu, begitu dalam sakit yang dia rasakan begitu pula dalam rasa cinta padanya.
Yang ku tahu, begitu besar kekecewaan yang dia rasakan begitu pula besar rasa sayang padanya.
Benarkah ??
Masih mencintainya ?
Masih menyayanginya ?
Belum mampu merelakannya ?
Belum sanggup tanpanya ?
Aku ada ketika itu.Ketika kau tak sanggup katakan.
Aku tau ketika itu.Ketika kau tak sanggup ungkapkan.
Kekecewaan itu. Kerapuhan itu.
Dan kau pun ada di hadapan ku, ketika ku berani katakan tentang ceritaku.
Dan kau pun ada di sisi ku, ketika ku menghadapi semua ceritaku.
Bertemu dengan hal yang selama ini ku hadapi sendiri.
Belajar banyak hal yang selama ini tak pernah ku tahu.
Apakah sejak itu ?
Awalnya? Mula nya ?
Dan sekarang,
Aku bagaimana ? menunggu ? sendiri ? TAK MAU SENDIRI .
Sakit rasanya saat ku tau dia masih di hati mu.
Sedih rasanya saat kamu tak percaya padaku.
Sepi rasanya saat kamu tak ada disisi.
Ketika hari ku, hanya bersama kamu.*atas izinNya.
Ketika waktu ku, hanya dengan kamu.
Ketika suka ku, duka ku terucap pada mu.
Ketika tawa ku, tangis ku di samping mu.
Sudah terbiasa dengan hadir mu.
Sudah terbiasa dengan nafas mu.
Ketika cuma mau merengkuh mu.
Ketika cuma mau memanggil mu.
Tak mau kamu pergi.
Tak mau kamu sedih.
Tak mau kamu marah.
Tak mau kamu sakit.
TAK MAU TAK ADA KAMU.
Ceritakan pada ku apa saja yang buat mu lelah.
Katakan pada ku apa saja yang buat mu kecewa.
Apa saja, meski itu pahit.
Percaya pada ku, teman.
Aku terlanjur, sayang . . .
Tak sengaja, sayang . . .
Tanpa rencana, sayang . . .
Dan ini bukan ingin ku, sayang . . .
AKU MAU KAMU.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar